Pedoman Sederhana Pembangunan Prasarana Jalan dan Jembatan untuk Pedesaan

Penyusun: Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan Balitbang PU
Editor: Pusat Litbang Jalan Balitbang PU
Penerbit: PT. Mediatama Saptakarya
Cetakan: ketiga (2007)
Tebal: 208 halaman

Buku Pedoman Sederhana Pembangunan Prasarana Jalan Dan Jembatan Untuk Pedesaan ini terdiri dari 3 jilid, yaitu:
1. Jilid II A : Konstruksi Jalan
2. Jilid II B : Konstruksi Jembatan dan Bangunan Pelengkap Jalan
3. Jilid II C : Geometrik Jalan.
Buku jilid I adalah mengenai bidang pengairan dan jilid III mengenai permukiman, bidang Cipta Karya.

Uraian pada pedoman ini dilengkapi dengan gambar-gambar yang jelas dan lumayan detail.

JALAN

Jenis konstruksi jalan (pedesaan) meliputi:
1. Jalan tanah;
2. Jalan diperkeras:

  • jalan kerikil;
  • jalan Telford;
  • jalan distabilisasi

3. Jalan aspal.

Uraian mengenai pekerjaan konstruksi meliputi sketsa konstruksi, bahan, peralatan, cara kerja, dan penjelasan tambahan jika perlu.

Saluran Samping
Bentuk saluran samping:
1. Bentuk trapesium:

  • dinding saluran tidak dilapis;
  • dinding saluran dilapis bambu/kayu;
  • dinding saluran dilapis batu kosong;

2. Bentuk “V”:

  • dinding saluran tidak dilapis;
  • dinding saluran dilapis batu kosong.

Sama halnya dengan uraian mengenai jalan, uraian mengenai saluran samping meliputi sketsa, bahan, peralatan, dan cara kerja.

Bangunan Pelengkap
Bangunan pelengkap meliputi gorong-gorong dan penahan lereng jalan.

Pemeliharaan Jalan
Pemeliharaan jalan dimaksudkan untuk memperbaiki kerusakan-kerusakan yang mungkin terjadi di jalur lalu lintas, bahu jalan, saluran samping, gorong-gorong, ataupun lereng jalan. Pedoman ini menjelaskan bahan, peralatan, dan cara kerja dalam pemeliharaan jalan sesuai kerusakan yang terjadi.

Jenis kerusakan pada jalan tanah dan jalan diperkeras meliputi:

  • alur (bekas jejak roda);
  • gelombang;
  • lubang.

Jenis kerusakan pada jalan beraspal meliputi:

  • retak rambut dan retak kulit buaya;
  • alur;
  • gelombang;
  • lubang;
  • ambles;
  • jembul.

Jenis kerusakan pada bahu jalan meliputi:

  • bahu lebih tinggi dari permukaan jalan;
  • bahu lebih rendah dari permukaan jalan;
  • rumput-rumputan;
  • alur.

Jenis kerusakan gorong-gorong meliputi:

  • perubahan penampang;
  • pengendapan/penyumbatan.

Jenis kerusakan lereng jalan meliputi:

  • alur;
  • longsor.

JEMBATAN
Empat jenis jembatan yang dibahas dalam pedoman adalah:
1. Jembatan bambu;
2. Jembatan kayu;
3. Jembatan gantung pejalan kaki;
4. Jembatan pelimpas.

GEOMETRIK JALAN
Geometrik jalan adalah bentuk dari potongan melintang dan memanjang suatu alur jalan yang mempunyai lebar jalan dan bahu jalan tertentu dan dapat dilalui oleh kendaraan rencana.

Alur jalan adalah bagian jalan yang terdiri dari permukaan jalan yang diperkeras, bahu jalan, dan saluran samping.

Petunjuk untuk menentukan alur atau alinyemen jalan, potongan melintang jalan (lebar jalan, bahu jalan, tikungan), serta kemiringan memanjang dan melintang, dilengkapi dengan gambar-gambar.

2 Comments (+add yours?)

  1. firmansyah
    Aug 26, 2013 @ 10:07:12

    dimana bisa kita dapatkan buku ini, pak?

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: